SAMUEL ETO’O DIMASUKKAN KE DALAM INTER HALL OF FAME

Anggota terakhir tahun 2021 sudah diumumkan, dan striker Kamerun ini mengikuti jejak Pagliuca, Materazzi, dan Sneijder

1/1
Samuel Eto’o dimasukkan ke dalam Inter Hall of Fame - Winners ETOO HOF Slider News

MILAN - Samuel Eto'o resmi masuk ke dalam Inter Hall of Fame. Penyerang asal Kamerun ini, yang lahir di Nkon tanggal 10 Maret 1981, adalah penyerang keempat yang bergabung dengan klub besar kita dan menutup daftar untuk tahun 2021, mendampingi Gianluca Pagliuca, Marco Materazzi, dan Wesley Sneijder dalam edisi keempat Hall of Fame Nerazzurri. 

Eto’o is adalah megabintang mesin gol terakhir yang mencatat sejarah di Inter, selain Ronaldo, Giuseppe Meazza, dan Diego Milito. Pemain Kamerin ini berperan penting dalam rangkaian kesuksesan klub antara tahun 2009 dan 2011.

Peralihan dari edisi 2020 ke 2021 mengingatkan kita pada pertukaran umpan antara Milito dan Eto'o dalam perjalanan menuju kejayaan treble tahun 2010. Kehebatan tim yang luar biasa saat ini masih terasa hingga satu dekade kemudian, seperti ditunjukkan oleh pilihan fans ketika memilih pemain ketiga dari era itu untuk dimasukkan ke dalam Inter Hall of Fame.

Setelah bergabung dengan klub pada musim panas 2009, Eto’o memperkenalkan diri melalui gol pada laga Piala Super Italia melawan Lazio di China yang kemudian terbukti tidak berpengaruh pada hasil akhir. Ini merupakan yang pertama dari 53 golnya dalam 102 penampilan, dan selama periode itu tim merebut tidak kurang dari enam trofi.

Pada musim 2009/10, Eto’o mengawali dengan bermain di depan mendampingi Milito, dan membawa Inter menjuarai Serie A, tapi dia meninggalkan kesan paling mendalam di Champions League. Sang penyerang mencetak gol ke gawang Rubin Kazan untuk meloloskan Nerazzurri ke babak gugur saat mereka menghadapi tim tangguh, Chelsea. Eto’o menciptakan satu-satunya gol dalam laga leg kedua di Stamford Bridge dan membawa Inter ke babak berikutnya. Jose Mourinho memindahkan pemain Kamerun ini ke sayap kiri di mana dia menemukan lebih banyak ruang gerak dan memberi tim keseimbangan yang lebih baik. Pertandingan menegangkan melawan mantan tim Eto'o, Barcelona, di Camp Nou akan selalu dikenang, selain laga final yang seru melawan Bayern Munich di Madrid saat Milito mencetak gol-gol menentukan dan Eto’o yang terus-meneruskan merepotkan pertahanan lawan.

Eto’o menjuarai Scudetto, Coppa Italia, dan Champions League bersama klub sebelum mencetak dua gol dalam kemenangan di Piala Super Italia. Tidak berhenti di sana, Inter menjadi klub terbaik di dunia berkat golnya yang tercipta di antara gol dari Goran Pandev dan Jonathan Biabiany ketika melawan Mazembe. Tariannya yang ceria dengan sepasang kantong plastik sangat terkenal di kalangan fans Nerazzurri. Dia masih sempat merasakan jadi juara Coppa Italia sekali lagi pada tahun 2011 sebelum meninggalkan klub.

Hubungan Samuel dengan Nerazzurri sangat erat, dan kesan yang dia tinggalkan di klub tidak akan pernah dilupakan. Kelas, kekuatan, dan kharismanya memastikan nomor 9 akan selalu mendapat tempat di hati setiap fan Inter dan layak mendapat tempat di Inter Hall of Fame.

INTER HALL OF FAME:

Edisi 2018: Walter Zenga; Javier Zanetti; Lothar Matthäus; Ronaldo.
Edisi 2019: Francesco Toldo; Giacinto Facchetti; Dejan Stankovic; Giuseppe Meazza.
Edisi 2020: Julio Cesar; Giuseppe Bergomi; Esteban Cambiasso; Diego Milito.
Edisi 2021: Gianluca Pagliuca, Marco Materazzi, Wesley Sneijder, Samuel Eto'o.


Versione Italiana  English Version  Versión Española  中文版  日本語版 

Load More