INTER TAKLUK 3-1 DI OLIMPICO

Perisic mencetak gol pertama untuk tim tamu, tapi Lazio membalikkan keadaan pada babak kedua

1/49
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico
Inter takluk 3-1 di Olimpico

ROME - Inter harus menelan kekalahan pahit dari Lazio dalam laga yang panas di Stadio Olimpico meskipun sempat memimpin di awal laga lewat gol Ivan Perisic dari titik penalti. Ciro Immobile, Felipe Anderson, dan Sergej Milinkovic-Savic kemudian menciptakan gol setelah tim tuan rumah di luar dugaan mampu bangkit pada babak kedua untuk membuat tim Simone Inzaghi merasakan kekalahan pertama mereka di Serie A musim ini.

Banyak sekali cerita seru dalam kekalahan Inter 3-1 dari Lazio, mulai dari para pemain Amerika Selatan yang terbang ke Italia pada detik-detik terakhir sampai denganSimone Inzaghi yang kembali ke Stadio Olimpico sebagai pelatih tim tamu setelah menghabiskan 22 tahun di klub tersebut. Kemudian ada situasi klasemen di liga, saat Inter mengawali laga ini di posisi ketiga. Kemenangan di kandang Sassuolo sebelum jeda internasional yang lalu sekarang terasa sudah lama sekali, tapi Inter tidak mampu melanjutkan kesuksesan mereka di laga pertama dari tujuh pertandingan yang sudah dicantumkan dalam jadwal yang padat sebelum sepak bola internasional dilanjutkan pada bulan November.

Perisic bermain sebagai penyerang mendampingi Edin Dzeko, sementara Federico Dimarco dan Matteo Darmian bermain sebagai penyerang melalui sayap. Arturo Vidal, Alexis Sanchez, dan Stefano Sensi tidak bisa dimainkan, sementara Hakan Calhanoglu, Joaquin Correa, dan Lautaro Martinez tidak cukup fit sehingga harus duduk di bangku cadangan. Maurizio Sarri menurunkan tim Lazio dengan formasi 4-3-3, tanpa Francesco Acerbi dan dengan Toma Basic turun sejak awal menggantikan Luis Alberto.

Sesuai dugaan, pertandingan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling bertukar serangan. Inter mengawali permainan dengan cepat dan Perisic sempat merepotkan pertahanan Lazio, baik dalam posisi sentral maupun melalui sayap. Dzeko seharusnya bisa membuka keunggulan saat laga baru berjalan dua menit, tapi sundulannya melambung di atas mistar gawang. Sementara itu, Felipe Anderson menjadi pemain paling berbahaya bagi tuan rumah pada babak pertama dengan membuka berbagai peluang melalui gerakan penetrasinya.

Seperti laga di Florence, Darmian dan Barella terus menekan pertahanan lawan dengan kerja sama yang baik dan gerakan-gerakan mengancam sepanjang laga, yang akhirnya membuahkan gol pembuka setelah Barella menusuk ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh Elseid Hysaj. Perisic dengan tenang mengecoh Reina dan membawa Nerazzurri unggul pada menit ke-12.

Samir Handanovic melakukan penyelamatan gemilang untuk mementahkan tembakan Basic pada menit ke-24, sementara Perisic hampir saja menggandakan keunggulan tim tamu sesaat kemudian melalui tembakan jarak jauh.

Tempo menurun pada babak kedua, tapi Inter terus mengancam lewat sayap dan melalui Barella yang tak pernah kendur, tapi kegagalan tim untuk menambah gol harus dibayar mahak ketika Alessandro Bastoni melakukan handball pada menit ke-64, dan Immobile menyamakan kedudukan dari titik putih.

Kedua pelatih melakukan banyak pergantian pemain, dengan menggeser Dimarco ke pertahanan pada menit 70 setelah Denzel Dumfries mengisi posisi sayap kanan serta Matias Vecino dan Correa menggantikan Perisic dan Roberto Gagliardini. Kelelahan mulai mengusik meskipun beberapa pemain sudah diganti dan peluang makin jarang tercipta sampai kemudian tiba momen yang menentukan.

Saat laga sudah berjalan 81 menit, Dimarco dijatuhkan lawan ketika Inter membangun serangan. Ketika pemain bertahan tersebut masih tergeletak di lapangan, Lazio berhasil merebut bola dan melancarkan serangan melalui Immobile yang mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan di dalam kotak penalti, yang berhasil ditepis Handanovic, tapi Felipe Anderson mampu menyambut bola dan melesakkannya ke dalam gawang sekaligus mengubah keadaan menjadi 2-1 bagi tuan rumah. Kericuhan terjadi di lapangan sehingga pertandingan terhenti selama empat menit, dan wasit memberikan kartu kuning kepada banyak pemain. Menjelang akhir laga, ada sembilan kartu kuning sudah dikeluarkan, enam di antaranya untuk pemain Inter. Pemeriksaan VAR menegaskan bahwa gol tersebut sah dan menyebabkan tim asuhan Inzaghi jadi semakin jauh tertinggal. 

Meskipun sudah berusaha keras untuk menyamakan kedudukan, Lazio justru berhasil memperbesar keunggulan dengan mencetak gol ketika mereka pada waktu tambahan setelah Milinkovic-Savic menciptakan gol lewat sundulan. Kedudukan akhir terasa menyakitkan bagi Inter dan tentunya ingin segera mereka lupakan, terutama mengingat laga penting di Champions League dengan menjamu Sheriff hari Selasa waktu setempat sudah menanti.

LAZIO 3-1 INTER (HT: 0-1)
Pencetak gol: Perisic (p) 12, Immobile (p) 64, Felipe Anderson 81, Milinkovic-Savic 90+1.

LAZIO (4-3-3): 25 Reina; 77 Marusic, 3 Luiz Felipe, 4 Patric, 23 Hysaj (29 Lazzari, 66); 21 Milinkovic-Savic, 6 Leiva (32 Cataldi, 85), 88 Basic (10 Luis Alberto, 66); 7 Felipe Anderson (8 Akpa Akpro, 85), 17 Immobile, 9 Pedro (20 Zaccagni, 75).
Cadangan tak terpakai: 1 Strakosha, 31 Adamonis, 5 Escalante, 19 Vavro, 26 Radu, 27 Moro, 94 Muriqi.
Pelatih: Maurizio Sarri.

INTER (3-5-2): 1 Handanovic; 37 Skriniar, 6 De Vrij, 95 Bastoni (2 Dumfries, 67); 36 Darmian, 23 Barella (20 Calhanoglu, 86), 77 Brozovic, 5 Gagliardini (8 Vecino, 67), 32 Dimarco; 9 Dzeko (10 Lautaro, 76), 14 Perisic (19 Correa, 67).
Cadangan tak terpakai: 21 Cordaz, 97 Radu, 11 Kolarov, 13 Ranocchia, 33 D'Ambrosio, 48 Satriano.
Pelatih: Simone Inzaghi.

Kartu kuning: Basic (L), Gagliardini (I), Bastoni (I), Dumfries (I), Felipe Anderson (L), Lautaro (I), Milinkovic-Savic (L), Correa (I), Darmian (I).
Kartu merah: Luiz Felipe (L) setelah laga usai
Waktu tambahan: 1+6 menit.

Wasit: Irrati.
Asisten: Perrotti and Palermo.
Ofisial keempat: Manganiello.
VAR: Mazzoleni.
Asisten VAR: Preti.


日本語版  Versión Española  Versione Italiana  English Version 

Tag: serie a
Load More