HALL OF FAME | Julio Cesar, Bergomi, Cambiasso, dan Milito Terima Penghargaan

HALL OF FAME | JULIO CESAR, BERGOMI, CAMBIASSO, DAN MILITO TERIMA PENGHARGAAN

Dari Inter HQ, acara kemarin malam menampilkan empat legenda bergabung ke dalam daftar kehormatan; Nerazzurri Hall of Fame edisi ketiga

MILAN – Acara kemarin malam sepatutnya jadi malam yang istimewa dan itulah yang terjadi, untuk para legenda yang menerima penghargaan, para tamu yang hadir, dan trofi-trofi yang berjejer di samping mereka, tetapi yang lebih penting lagi untuk emosi yang diberikannya. Langsung dari Inter HQ, Julio Cesar, Beppe Bergomi, Esteban Cambiasso, dan Diego Milito menjadi protagonis dari acara yang membuat mereka dilantik ke dalam Hall of Fame, bersama dengan para juara hebat lainnya yang dilantik pada dua edisi sebelumnya.

"Selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi saya untuk bisa berpartisipasi dalam acara yang berkaitan dengan Inter, yang merupakan bagian yang sangat penting dalam hidup dan keluarga saya - demikian kata-kata pertama sang legenda peraih penghargaan pertama, Julio Cesar - Setiap hari saya berada bersama Klub: bekerja dengan Inter, dan kembali ke Milan, selalu menjadi hal yang luar biasa bagi saya. Saya berterima kasih kepada para penggemar yang telah memilih saya. Bagi saya, dilantik ke dalam Hall of Fame adalah sumber kebanggaan besar. Saya meneruskan jejak Francesco Toldo, yang bagi saya seperti seorang saudara, lebih dari sekedar teman. Melihat lagi trofi-trofi di sini, tentu membuat saya sedikit bernostalgia, jelas gelar Champions League akan selalu menjadi yang paling bergengsi, tetapi saya tidak akan pernah melupakan yang pertama: Piala Super Italia pada tahun 2005. Saya menjadi pengganti dari Toldo, dan saya mengerti bahwa saya adalah bagian dari sesuatu yang hebat: menang di Turin, melawan Juventus, adalah awal dari perjalanan di mana akan ada banyak hal untuk dimenangkan. Para pendukung telah menunggu dan menanti banyak kemenangan, dan mereka layak mendapatkannya."

Sang Dreamcatcher - penjaga gawang ketiga setelah Zenga dan Toldo yang masuk ke dalam Hall of Fame Nerazzurri - menerima pesan yang sangat spesial dari teman dan rekan setimnya, Sang Colossus, Maicon: "Dia adalah orang yang pantas untuk masuk ke dalam Hall of Fame ini. Bersama saya dan rekan setimnya saat itu, dia adalah salah satu pemain bintang. Kami adalah teman sekamar, kami memiliki begitu banyak komitmen dan saya menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya daripada di rumah".

Hall of Famer ketiga di sektor pertahanan, setelah Javier Zanetti dan Giacinto Facchetti, Beppe Bergomi masuk ke dalam daftar kehormatan Nerazzurri:

"Saya berterima kasih kepada para penggemar dan segenap keluarga Inter. Dilantik ke dalam Hall of Fame adalah sumber kebanggaan, bisa melihat nama saya di samping para juara hebat yang telah membuat sejarah di Klub. Saya gembira, hari ini akan selalu berada di hati sepanjang hidup saya, karena saya hanya mengenakan satu seragam, Nerazzurri. Tidak mudah untuk memilih satu momen dalam karier saya. Saya memikirkan debut saya bersama Bersellini, ketika dia memberi tahu saya 'Nak, pemanasan!': ada tiga pemain bertahan di bangku cadangan dan dia memilih saya, itu menjadi langkah pertama. Lima tahun bersama Trapattoni tak terlupakan. Tetapi juga momen itu bersama Osvaldo Bagnoli. Dia menatap saya dan berkata: 'Ma tì, due te voret andà?', yang dalam dialek Milan berarti 'Tapi kamu, mau kemana?". Bagnoli biasa mengatakan pada saya "Kamu yang terkuat", tapi aku benar-benar tidak ingin pergi kemana-mana. Terakhir, Gigi Simoni: dia mengizinkan saya untuk merasakan kemenangan lagi dan berpartisipasi di Piala Dunia keempat saya. Tapi saya menangis hanya untuk satu pelatih: Gigi Radice. Singkatnya, ada banyak momen indah, begitu pun banyak pertandingan indah: kemenangan atas Aston Villa, skor 4-0 ketika bermain secara bebas saat melawan Juventus”.

Kemudian mengenai trofi: "Yang pertama tidak akan pernah bisa dilupakan, Coppa Italia pada tahun 1981/82. Saya mencetak gol perdana untuk Inter di kompetisi itu, pada tanggal 6 September melawan AC Milan, sebuah gol yang membuat kami lolos". Riccardo Ferri meninggalkan pesan khusus untuk Bergomi: "Perjalanan kita panjang dan dilalui bersama. Persahabatan dan rasa saling menghormati kita tetap utuh".

Di sektor lini tengah Hall of Fame, masuklah Esteban Cambiasso yang tampak emosional, pesepak bola yang berharga, seorang pemimpin yang natural, dan Interista sejati. Lothar Matthäus dan Dejan Stankovic adalah para gelandang yang telah dilantik sebelum dirinya.

"Saya teringat akan banyaknya emosi karena saya telah berkontribusi secara pribadi pada beberapa trofi ini dan saya masih mengingat semua sensasi yang saya alami pada saat-saat itu. Bisa berada di sini untuk penghargaan yang ditentukan oleh para penggemar, dan mengetahui bahwa di antara begitu banyak nama-nama hebat lainnya, mereka memilih saya untuk menjadi bagian dari sejarah hebat klub ini, adalah sebuah kehormatan."

“Gol ke gawang Chelsea merupakan salah satu yang terpenting, terutama karena saya mampu mencetak gol tersebut, sebuah perasaan yang indah. Sebuah gol yang mencerminkan determinasi saya, saya adalah seorang pesepak bola yang lebih mementingkan untuk berpikir, menekan, mencari solusi, saya harus menciptakan ruang sendiri bagi saya dan itulah mentalitas saya, untuk tidak pernah menyerah. Jika saya harus memilih salah satu trofi ini selain Champions League? saya akan memilih dua, pertama adalah trofi Club World Cup karena sebagai pemain yang datang dari Amerika Selatan, berada di puncak dunia terasa luar biasa, dan untuk awal siklus bagi Klub ini saya akan mengatakan trofi Coppa Italia yang dimenangkan pada 2005, trofi tersebut memiliki nilai spesial. Selama sepuluh tahun saya berada di Inter, saya tak hanya membawa sebuah tim namun juga sebuah keluarga".

“Keluarga", kata yang paling tepat untuk menggambarkan hubungannya dengan Javier Zanetti, yang mengirimkan pesan video istimewa untuk Cuchu: "Ia lebih dari seorang rekan setim, lebih dari seorang teman, setelah bertahun-tahun bersama, ia telah menjadi 'keluarga' karena kami tak hanya merasakan berbagai emosi bersama-sama di atas lapangan seperti yang banyak orang lihat, namun juga di dalam kehidupan pribadi kami.

Terakhir, Diego Milito, pria yang membuat mimpi para pendukung Nerazzurri menjadi nyata. Ia dilantik ke dalam sektor penyerang, mengikuti jejak figur sakral seperti Ronaldo dan Meazza.

“Sulit untuk mengutarakan perasaan saya melalui kata-kata, bagi saya hari ini adalah hari yang sangat spesial, bisa dilantik ke dalam Hall of Fame Inter bersama seluruh legenda di dalamnya merupakan hal luar biasa, ini adalah sebuah kehormatan besar dan saya merasa bangga. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang, terutama para pendukung yang membuat saya bisa berada di sini."

“Saya cukup beruntung dapat mencetak beberapa gol hebat yang penting, namun jika saya harus memilih satu momen, satu gol, saya akan memilih gol kedua saya di final Champions League. Salah satu keahlian saya sebagai penyerang adalah mampu menjadi penentu di momen-momen penting, saya sangat beruntung bisa menjadi bagian dari skuat yang sangat luar biasa, dengan para pemain berlevel dan berkelas tinggi, sebuah kelompok yang tahu apa yang mereka inginkan dan terdiri dari para pemain istimewa, orang-orang hebat, dan para pemain juara yang luar biasa.

Seorang teman dan eks rekan setim, Goran Pandev, memberikan penghormatan kepada El Principe: “Saya merasa gembira mendengar kabar ini, ia adalah seorang pria yang istimewa, ketika ia datang pada Januari 2010 ia memberi kami dorongan besar dalam setiap hal yang kami lakukan, ia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik dalam setiap klub yang ia bela dan saya mendukungnya hari ini.

Terakhir, empat anggota Hall of Fame terbaru ini memutuskan untuk meninggalkan beberapa memorabilia di museum Inter, untuk berbagi cerita bersama para penggemar.

Dari Julio Cesar, sebuah gantungan kunci spesial dengan lima trofi yang dimenangkan pada musim 2009/10 pemberian dari Moratti, dihiasi dengan nomor punggungnya, 12: “Sebuah hadiah spesial dan saya senang bisa membagikannya.” Dari Bergomi, sebuah seragam dari musim 1993/94: "Tahun yang tak mudah, namun di penghujung tahun kami berhasil meraih trofi. Sebuah kenangan dan seragam yang indah."

Lalu, terdapat sepasang sepatu yang sangat spesial dari Esteban Cambiasso: “Ini adalah sepatu yang saya pakai untuk mencetak satu-satunya gol saya dalam laga derbi, di tahun 2007, sebuah hari yang akan selalu berada dalam hati saya.” Dari Milito, mungkin ini adalah seragam paling penting: “Memento yang akan saya tinggalkan di museum Inter adalah seragam yang saya pakai dalam laga final di Madrid, sebuah benda yang indah dan saya ingin meninggalkannya untuk para penggemar, bagi saya benda ini memiliki arti yang sangat istimewa.

DAFTAR PERAIH PENGHARGAAN INTER HALL OF FAME

2018
Walter Zenga – Javier Zanetti – Lothar Matthäus – Ronaldo
2019
Francesco Toldo – Giacinto Facchetti – Dejan Stankovic – Giuseppe Meazza
2020
Julio Cesar – Giuseppe Bergomi – Esteban Cambiasso – Diego Milito


中文版  Versione Italiana  English Version  日本語版 

Load More