Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih

BALLON D'OR DREAM TEAM: MATTHÄUS DAN RONALDO TERPILIH

Majalah berita asal Prancis, France Football, mengumumkan sebelas pemain terbaik sepanjang masa

MILAN Untuk kali pertama sejak 1956, Ballon d'Or, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh majalah berita asal Prancis, France Football, dibatalkan tahun ini karena pandemik virus corona. Sebagai ganti dari pemberian suara dalam penyerahan penghargaan untuk pemain terbaik tahun ini, sebuah panel yang terdiri dari 140 jurnalis di seluruh dunia diundang untuk memilih sebelas pemain terbaik sepanjang masa, Dream Team yang terdiri dari para pemain terhebat antara tahun 1956 dan 2020.

Hasilnya sudah diumumkan, dan dua pemain yang telah memenangkan Ballon d'Or selama di Inter terpilih. Mereka berdua juga merupakan anggota dalam daftar Hall of Fame Inter dan benar-benar merupakan dua pemain terhebat yang pernah menghiasi permainan ini. Mereka adalah Lothar Matthäus dan Ronaldo:

Inilah Ballon d'Or Dream Team:

Lev Yashin; Cafù, Beckenbauer, Maldini; Maradona, Xavi, Matthäus, Pelé; Messi, Ronaldo, Cristiano Ronaldo.

Ballon d'Or Dream Team

MATTHÄUS

Lahir pada tahun 1961, karier Lothar Matthäus berlangsung dari 1979 hingga 2000. Sang pemain asal Jerman itu membela Inter dari tahun 1988 hingga 1992, empat musim yang membuatnya mencetak 53 gol dalam 153 pertandingan. Dengan seragam nomor 10 di punggungnya, dia adalah gelandang yang lengkap, diberkati dengan kekuatan dan teknik. Di musim pertamanya di Serie A, ia menginspirasi Nerazzurri meraih Scudetto yang memecahkan rekor, yang ke-13 dalam sejarah Klub. Dia juga memenangkan Supercoppa Italiana dan UEFA Cup saat berada di Nerazzurri.

Pada tahun 1990, setelah keberhasilan Jerman Barat di World Cup 1990 di Italia, France Football menganugerahkan Ballon d'Or untuknya. Dengan demikian, Matthäus menjadi pemain Inter pertama yang memenangkan penghargaan bergengsi ini.

Matthäus mengangkat trofi Ballon d'Or ke langit di Meazza pada 10 Maret 1991 sebelum Inter vs. Juventus (pertandingan yang dimenangkan Nerazzurri 2-0, dengan salah satu pencetak golnya yakni sang pemain asal Jerman itu). Para penggemar memadati tribun saat upacara indah yang melibatkan anak-anak dalam balutan seragam Inter dan tim nasional Jerman dilangsungkan di lapangan San Siro.

Matthäus adalah satu dari empat pemain yang tampil dalam lima ajang World Cup (pemain lainnya ialah Antonio Carbajal, Rafael Márquez, dan Gianluigi Buffon), dengan sang pemain Jerman itu bermain dalam 25 pertandingan Piala Dunia sepanjang kariernya, sebuah rekor. Dengan catatan 150 penampilan, dia adalah penampil terbanyak untuk tim nasional Jerman. Dia mencetak 23 gol untuk negaranya dan memenangkan European Championship serta World Cup bersama tim nasional.

Pada 2018, Lothar Matthäus dilantik ke dalam Inter Hall of Fame.

RONALDO

Sang Fenomena. Setelah sebelumnya mengenakan nomor punggung 10 saat kedatangannya di musim panas 1997, ia menjadi nomor 9 andalan Inter pada musim berikutnya. Lahir di tahun 1976, ia merevolusi dunia sepak bola, menggabungkan kecepatan dan kekuatan dengan teknik yang belum pernah dilihat sebelumnya. Ia mengenakan seragam Nerazzurri selama lima musim dan, meskipun ia menderita berbagai cedera selama membela Klub, ia menjadi figur inspirasional dalam kemenangan indah pada laga final UEFA Cup 1998 kontra Lazio di Paris. Golnya di laga tersebut, salah satu dari 59 gol yang dicetaknya dalam 99 penampilan untuk Inter, terus membekas dalam ingatan.

Ronaldo memenangkan trofi Ballon d’Or sebanyak dua kali. Saat meraih penghargaan tersebut di tahun 1997, ia menjadi pemain Inter kedua yang berhasil mendapatkannya. Layaknya Matthäus, sang pemain menunjukkan trofi tersebut di hadapan para penggemar Nerazzurri sebelum laga Inter vs. Juventus, 4 Januari 1998.

Usai Brasil yang diperkuat Ronaldo berjaya pada World Cup 2002 di Jepang dan Korea Selatan, ia menjadi pemenang Ballon d’Or untuk kali kedua. Ronaldo menghabiskan paruh pertama tahun 2002 bersama Inter, sebelum pindah ke Real Madrid.

Secara total, O Fenômeno menjaringkan 62 gol dalam 98 penampilan untuk Brasil. Setelah dipanggil namun tidak diturunkan saat Seleção menjuarai World Cup 1994, ia mencuri perhatian di tahun 2002. Dengan torehan 15 gol, Ronaldo menorehkan gol keda terbanyak sepanjang sejarah World Cup.

Ronaldo dilantik ke dalam Inter Hall of Fame pada 2018.

Ronaldo con il Pallone d'Oro a San Siro, 4 gennaio 1998

1/9
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih
Ballon d'Or Dream Team: Matthäus dan Ronaldo Terpilih


中文版  日本語版  Versione Italiana  English Version 

Load More