Lawan Terhebat Kami, Selamat Jalan Diego.

LAWAN TERHEBAT KAMI, SELAMAT JALAN DIEGO.

FC Internazionale Milano turut bergabung dengan dunia sepak bola untuk berduka atas meninggalnya Diego Armando Maradona

Mengilas ke belakang, mengingat dan mengagumi. Hanya itu yang bisa kami lakukan sekarang. Semua foto dan video dari era itu harus didekap dengan sangat erat, karena itu adalah pengingat atas apa yang bisa dilakukan pemain berkaki kidal hebat itu di lapangan sepak bola.

Diego Armando Maradona telah meninggal dunia di Argentina pada usia 60 tahun. Dunia sepak bola gemar membandingkan para pemain dari era yang berbeda, dan pertanyaan tentang siapakah pemain terhebat yang pernah ada sering dibicarakan. Tidak akan pernah ada jawaban yang pasti, namun ini tidak terlalu penting. Maradona memang istimewa. Bagi banyak orang, dia adalah yang sosok yang hebat. Bagi semua orang, dia adalah lawan yang ditakuti dan di saat yang bersamaan juga lawan yang dikagumi.

Kaki kiri miliknya sungguh ajaib. Dia adalah seorang pemimpin, dia memacu segenap timnya. Ia menjadi Juara Dunia bersama Argentina pada 1986. Sementara itu, di Italia ia menginspirasi Napoli meraih dua gelar Scudetto. Belum pernah ada orang yang membawa Partenopei setinggi itu di Italia. Tahun-tahun indah permainan sepak bola di Italia pada masa itu tidak akan pernah dilupakan. Dari 1984 hingga 1994, Serie A benar-benar diberkati dengan kehadiran Diego Armando Maradona.

Meskipun tanpa diragukan lagi dirinya adalah seorang pemenang, ia tidak selalu meraih kemenangan. Diego adalah lawan yang sulit dan lawan yang patut kami banggakan selama menahun, dengan Inter dan Napoli bersaing keras untuk memenangkan gelar Scudetto. Persaingan itu berjalan sehat dan luar biasa, selalu dipenuhi gairah. Di bawah ini adalah foto perayaan Lothar Matthäus setelah mencetak tendangan bebas dalam laga Inter lawan Napoli yang berakhir 2-1, pertandingan yang membuat tim Nerazzurri asuhan Trapattoni, memecahkan rekor dalam merebut gelar Scudetto pada tahun 1989.

Diego Maradona menatapnya, namun dengan tatapan bangga: dia tahu dia telah kalah. Dia mengakui kekalahannya, tetapi pada saat itu dirinya sudah mulai merencanakan balas dendamnya. Dia melakukannya pada musim berikutnya, memenangkan Scudetto pada tahun 1990. Itu adalah sebuah persaingan tanpa akhir yang terulang kembali di final Piala Dunia 1990 di Italia. "Dia lawan terbaik yang pernah saya hadapi sepanjang karier saya, saya pikir itu cukup untuk mendefinisikannya." Inilah yang dikatakan Diego tentang Lothar, yang menjadi penghormatannya atas persaingan mereka, para juara.

Melakukan hal-hal yang mustahil tampak sederhana, adalah kemampuan yang sepertinya alami bagi Maradonna. Karena alasan inilah, dunia sepakbola selalu mencintainya, hingga pada level yang setara dengan bakat sensasionalnya.

Mulai hari ini dan seterusnya, dunia sepak bola akan berbeda. Menengok ke belakang dan mengenang tidak hanya membawa rasa melankolis tetapi juga kesedihan yang mendalam dan menghancurkan. Itu adalah sesuatu yang akan dirasa oleh semua penggemar permainan sepak bola, permainan yang dibuat cemerlang oleh kejeniusan dari sosok pemain yang unik.

FC Internazionale Milano, Presidennya Steven Zhang, Wakil Presiden Javier Zanetti, CEO Alessandro Antonello dan Beppe Marotta, Pelatih Antonio Conte dan stafnya, para pemain dan seluruh dunia Inter dengan para penggemar di seluruh dunia turut berbela sungkawa atas meninggalnya Diego Armando Maradona. Simpati yang tulus dari kami untuk keluarganya.


中文版  Versione Italiana  Versión Española  日本語版  English Version 

Diego Armando Maradona ai microfoni di Inter TV

Load More