Rekor Lukaku di Europa League dan kemampuan mencetak gol Barella: semua yang perlu Anda ketahui tentang kemenangan atas Bayer Leverkusen

REKOR LUKAKU DI EUROPA LEAGUE DAN KEMAMPUAN MENCETAK GOL BARELLA: SEMUA YANG PERLU ANDA KETAHUI TENTANG KEMENANGAN ATAS BAYER LEVERKUSEN

Semifinal ke-21 bagi Nerazzurri di kompetisi Eropa

DÜSSELDORF - Terus melaju sekencang mungkin, saat Inter memulai persiapan mereka untuk laga semifinal Europa League kontra Basel atau Shakhtar Donetsk pada Selasa dini hari. Namun sebelumnya, mari kita ulas sejenak kemenangan 2-1 atas Bayer Leverkusen, melalui berbagai angka, statistik, dan fakta dari kesuksesan Nerazzurri.

SEMIFINAL DI KOMPETISI EROPA

Inter kembali merasakan babak semifinal kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak musim 2009/10, ketika tim asuhan Mourinho menghadapi Barcelona di ajang Champions League sebelum meraih trofi usai menundukkan Bayern Munich di Madrid.

Ini akan menjadi semifinal ke-21 di kompetisi Eropa dalam sejarah Inter, setelah mencapainya tiga kali di Central European Cup, dua dalam ajang Fairs Cup, tujuh kali di European Cup, dan sekali di Champions League, serta tujuh kali pada ajang UEFA Cup dan semifinal kami berikutnya pada Selasa dini hari, yang akan menjadi semifinal perdana kami di kompetisi Europa League.

Tak termasuk babak kualifikasi, Inter telah memenangkan empat pertandingan secara beruntun di sebuah kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak April 2010 (enam kemenangan pada ajang Champions League).

REKOR LUKAKU DI EUROPA LEAGUE

Gol Romelu Lukaku ke gawang Bayer Leverkusen merupakan torehan ke-31 bagi sang pemain di musim ini. Gol ini membuat pemain asal Belgia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang sukses mencetak gol dalam sembilan pertandingan beruntun di Europa League/UEFA Cup: lima bagi Everton pada 2014/15 dan empat di Europa League tahun ini bersama Inter:

  • Wolfsburg 0-2 Everton (satu gol)
  • Young Boys 1-4 Everton (tiga gol)
  • Everton 3-1 Young Boys (dua gol)
  • Everton 2-1 Dynamo Kyiv (satu gol)
  • Dynamo Kyiv 5-2 Everton (satu gol)
  • Ludogorets 0-2 Inter (satu gol)
  • Inter 2-1 Ludogorets (satu gol)
  • Inter 2-0 Getafe (satu gol)
  • Inter 2-1 Bayer Leverkusen (satu gol)

Catatan 31 gol dari Lukaku saat ini, menjadi musim paling produktif dalam kariernya sejauh ini: pemain terakhir yang mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim bagi Inter adalah Samuel Eto’o dengan torehan 37 gol pada musim 2010/11.

Lukaku juga mengetahui bahwa rekor 34 gol yang dicapai oleh Ronaldo di musim perdananya pada 1997/98, menjadi target untuk dilampauinya.

106 GOL DI MUSIM INI BAGI INTER

Selama 52 pertandingan yang telah dimainkan Inter, sebanyak 106 gol sudah mereka berhasil kumpulkan di musim ini: 81 di Serie A, tujuh di ajang Coppa Italia, sepuluh di Champions League, dan delapan gol di ajang Europa League. Catatan tersebut sebanding dengan rerata 2.04 gol per laga, dengan catatan 51 gol kebobolan di musim ini. Nerazzurri hanya sekali menciptakan torehan gol lebih baik dalam 65 musim terakhir mereka: 107 gol diciptakan mereka pada musim 2006/07. Terkait kemenangan dini hari tadi, Inter tidak kebobolan selama lima pertandingan berturut-turut di semua kompetisi, dengan catatan kebobolan terakhir sebelum laga dini hari tadi terjadi pada 19 Juli ketika menghadapi Roma di Serie A.

KAKI KANAN BARELLA DAN ASIS ASHLEY YOUNG

Nicolò Barella menjadi satu-satunya gelandang di Serie A, yang berhasil mengemas gol di empat ajang berbeda (masing-masing satu) di musim ini. Tiga dari empat golnya bagi Inter di musim ini dicetaknya dari luar kotak penalti.

Sejak kompetisi kembali digulirkan usai lockdown, hanya Alexis Sánchez (tujuh) yang menciptakan asis lebih banyak daripada Ashley Young (empat) dari seluruh pemain Inter.


Versione Italiana  Versión Española  日本語版  English Version  中文版 

Load More