D’Ambrosio: “Salam hangat kepada seluruh ayah dan penggemar Nerazzurri, kita akan kembali lebih kuat”

D’AMBROSIO: “SALAM HANGAT KEPADA SELURUH AYAH DAN PENGGEMAR NERAZZURRI, KITA AKAN KEMBALI LEBIH KUAT”

Pemain belakang Nerazzurri merespons pertanyaan-pertanyaan para penggemar dari kediamannya

MILAN – Setelah Milan Skriniar, pada hari ini giliran Danilo D’Ambrosio yang menjawab pertanyaan-pertanyaan para penggemar Nerazzurri dari kediamannya, dimulai dengan menyampaikan pesan terkait situasi terkini yang mengharuskan setiap orang untuk tetap berada di rumah demi kebaikan bersama sekaligus mengingatkan kita untuk tidak melupakan sesama yang sangat membutuhkan pertolongan kita.

KLIK DI SINI UNTUK BERDONASI KE PENGGALANGAN DANA DI FACEBOOK

Para penggemar memiliki banyak pertanyaan untuk ditujukan kepada pemain belakang Nerazzurri yang satu ini, dimulai dengan pertanyaan tentang nomor punggungnya: “Saya memilih nomor 33 karena nomor favorit saya yaitu 3. Ketika saya tiba di Inter, nomor ini tidak tersedia karena telah seutuhnya dimiliki oleh Giacinto Facchetti yang hebat, maka dari itu saya putuskan untuk menambah angka 3 satu lagi sebagai gantinya.” Kemudian dia berbicara tentang idola dan kecintaannya kepada Inter, yang mana telah dia teruskan juga kepada anak-anaknya: “Idola saya, berdasarkan gairahnya, cara dia bermain dan menunjukkan jati diri sepanjang kariernya, ialah Zanetti. Istri saya selalu mengikuti perjalanan saya dan gairah kami telah kami teruskan kepada anak-anak kami: anak tertua kami mulai datang ke stadion sejak dia masih sangat belia, kemudian dia merasa sangat mencintai Inter dan mengetahui seluruh pemain, yang merupakan sebuah hal mengesankan. Saya merasa bahagia karena tentunya dia merupakan anak saya dan juga seorang penggemar sejati Inter, dan saya tak ingin membuatnya menderita! Selain saya, tiga pemain pertama yang ia temui adalah Lautaro Martinez, Lukaku dan Gagliardini.”

Dia tidak ragu ketika ditanya tentang pertandingan mana yang paling membuatnya bahagia selama membela Nerazzurri: “Pertandingan yang paling membuat saya bahagia sejak saya tiba di sini yaitu ketika melawan Lazio di Olimpico. Pada saat itu kami menang 2-3 dan saya mencetak gol, bola hasil dari tendangan sudut yang mengawali comeback Inter pada laga tersebut dan membantu kami kembali berkiprah di ajang Champions League.”

Di antara semua perasaan terbaiknya, terdapat aksi sapuannya saat melawan Empoli: “Waktu seolah terhenti sebelum bola tersebut menghantam mistar gawang! Visual momen tersebut masih tergambar jelas dalam ingatan saya, saya berharap bahwa Caputo akan melepaskan umpan ketimbang melepaskan tendangan karena saya tahu bahwa saya akan mampu menghentikan mereka mencetak gol. Jadi, ketika saya melihat bola mengarah ke rekan-rekan setimnya, saya berupaya dengan segala kemampuan saya untuk mendorongnya menjauh, dan beruntungnya, atau dengan luar biasa, mistar gawang hadir membantu saya dan mereka gagal mencetak gol.”

Di sela-sela berbagai pertanyaan, Danilo sempat mengirimkan pesan singkat melalui video kepada Skriniar, yang menjadi tokoh utama dalam tanya jawab kemarin: “Rasanya luar biasa bisa berbagi lapangan dengannya, ia adalah seorang yang serius,  profesional dalam setiap aspek dan pemain hebat yang dapat menjadi seorang juara. Saya harap ia dapat mencapainya.”

Beberapa pertanyaan mendiskusikan perannya di atas lapangan dan di Inter saat ini: “Melalui saran dan kerja kerasnya dalam sesi latihan, Conte membuat Anda lebih mudah menerapkan apa yang sudah dilatih ke dalam lapangan, kami mencoba berbagai hal saat latihan, sehingga bermain sebagai salah satu pemain dalam formasi tiga bek atau sebagai salah satu bek sayap tidak memberikan banyak perbedaan bagi saya, saya tahu apa yang harus dilakukan. Cara membaca permainannya berbeda, namun saya tak masalah dipasangkan di dua posisi tersebut. Oriali adalah seorang yang pernah bekerja untuk Inter sebelumnya, ada hubungan yang erat dan tulus dengannya, begitupun dengan yang lainnya, saya selalu menghormatinya, saya menikmati bekerja sama dengannya di Tim Nasional dan juga di Inter.” Tentang banyaknya gol dari tendangan sudut? “Itu bukan hanya sebuah naluri, ada tekad kuat yang membantu saya karena saya melihat bagaimana susunan tim lawan saat menghadapi tendangan sudut lalu saya memilih ruang mana yang akan saya serang, sehingga ketika rekan setim saya mengambil tendangan tersebut, saya sudah berlari menuju arah yang telah ditentukan dan saat bola menghampiri saya maka ada peluang 90% bagi saya untuk mencetak gol.”

Berpindah topik menuju gol dan seragam: “Seluruh seragam Inter yang saya pernah kenakan ketika mencetak gol merupakan seragam yang spesial, saya memiliki semuanya dalam lemari, semua gol yang saya cetak untuk Inter sepanjang karier adalah gol-gol spesial, karena saya bukan penyerang maka ketika mencetak gol saya merasakan emosi yang luar biasa, terutama sejak saya menjadi seorang ayah, saya merasa harus memberikan sesuatu yang lebih.”

Sang pemain bertahan kita pun diminta untuk menyusun tim 5-a-side impiannya: “Jika saya juga bisa memilih para pemain yang sudah pensiun, saya akan memilih Handanovic untuk menjaga gawang, ia adalah salah satu kiper terbaik di Eropa, di lini pertahanan saya akan menurunkan Cannavaro dan Zanetti, Pirlo dan Iniesta di lini tengah dan Ronaldo “El Fenomeno” sebagai penyerang.”

Memberikan segalanya dan tanpa rasa penyesalan, itulah filosofi D’Ambrosio: “Sebelum memasuki lapangan, saya selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya harus memberikan segalanya dan mengakhiri pertandingan tanpa rasa penyesalan.”

Terakhir, pada Hari Ayah di Italia, sebuah pandangan untuk anak-anak dan semua orang yang berada di dekat mereka dalam masa yang sulit ini: “Saya dan istri saya mencoba menjelaskan kepada anak tertua kami mengapa ia tak bisa pergi ke sekolah, ia menanyakan banyak hal, bertanya mengapa ia tak bisa bermain dengan teman-temannya, jadi kami menjelaskan situasi saat ini kepadanya. Ia tahu kata "Coronavirus", ia tidak mengetahui apa artinya namun ia tahu bahwa itu adalah sesuatu yang membuatnya tak bisa menjalani kehidupan yang ia miliki hingga beberapa pekan lalu. Kami memintanya untuk tetap tenang karena semua akan kembali normal, ia akan kembali ke sekolah dan bermain bersama teman-temannya, dan saya selalu mengatakan bahwa ia adalah anak yang sangat pintar dan mengerti pesan yang coba kami jelaskan.”

“Sebuah pelukan virtual untuk semuanya, salam hangat kepada semua ayah, termasuk ayah saya, dengan harapan bahwa kita semua akan kembali bersama secepatnya untuk sebuah pelukan yang lebih besar dari sebelumnya.”


日本語版  Versione Italiana  Versión Española  中文版  English Version 

Load More